Larian Studios Pilih Divinity Baru, Tinggalkan D&D

Posted on

Chi boust – Larian Studios menegaskan arah baru pengembangan game mereka.
Studio ini memastikan tidak mengerjakan Baldur’s Gate 4.
Larian juga memastikan tidak membuat DLC untuk Baldur’s Gate 3.

Keputusan ini menandai berakhirnya kerja Larian dengan Dungeons & Dragons.
Sebaliknya, Larian memilih kembali fokus ke seri andalan mereka, Divinity.

Langkah ini mengejutkan sebagian penggemar.
Namun, Larian memiliki alasan kuat di balik keputusan tersebut.

“Baca Juga: 8 Game Balap Terbaik 2025 untuk Pecinta Kecepatan“


Alasan Larian Memilih Mengembangkan Divinity Baru

https://cmsapi.larian.com/media/cache/image_file_media_default/uploads/image/63e4edc40ff36.jpeg
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4a/Game_Developers_Choice_Awards_2024_-_Swen_Vincke_%28further_cropped%29.jpg/960px-Game_Developers_Choice_Awards_2024_-_Swen_Vincke_%28further_cropped%29.jpg
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/c/cc/Divinity_Original_Sin_cover.png

Dalam wawancara dengan GamesRadar+, Larian mengungkap alasan utama.
Swen Vincke menjelaskan keputusan tersebut secara terbuka.

Swen Vincke menyebut timnya kehilangan antusiasme saat mengerjakan D&D.
Gairah kreatif mereka tidak lagi muncul seperti sebelumnya.
Karena itu, Larian memilih mengerjakan proyek yang benar-benar mereka inginkan.

Menurut Vincke, semangat pengembang sangat menentukan kualitas game.
Tim yang antusias mampu menciptakan pengalaman bermain lebih kuat.

Ia menegaskan bahwa Divinity memberi ruang kreativitas lebih luas.
Kebebasan ini membuat tim kembali menikmati proses pengembangan.


Antusiasme Jadi Faktor Utama Pengembangan Game

Swen Vincke menekankan pentingnya rasa antusias dalam berkarya.
Ia menyebut Larian ingin membuat game terbaik yang mereka mampu.

Menurutnya, Divinity memberi arah yang jelas bagi studio.
Tim merasa lebih terhubung dengan dunia dan cerita Divinity.
Kondisi ini mendorong Larian melangkah ke arah yang lebih tepat.

Ia juga menilai keputusan ini sebagai langkah sehat bagi studio.
Larian ingin berkembang tanpa tekanan sistem yang membatasi ide.


Tantangan Besar Mengadaptasi D&D ke Video Game

Swen Vincke juga menyoroti tantangan adaptasi D&D ke video game.
Ia pernah membahas hal ini dalam acara GDC.

Menurutnya, aturan D&D memiliki banyak batasan.
Sistem edisi kelima sulit diterjemahkan ke mekanik game digital.

Tim Larian sempat mencoba berbagai konsep sistem pertarungan.
Namun, banyak ide tidak selaras dengan aturan D&D.
Akibatnya, tim harus menghapus banyak konsep potensial.

Kondisi ini membatasi ruang eksperimen pengembang.
Larian sering menyesuaikan ide agar tetap sesuai aturan.


Baldur’s Gate 3 Tetap Jadi Pencapaian Besar

Meski menghadapi banyak tantangan, Larian tetap sukses besar.
Baldur’s Gate 3 meraih banyak penghargaan.

Game ini mendapat pujian atas cerita dan sistem RPG yang segar.
Pendekatan berani Larian berhasil menarik pemain global.

Kesuksesan ini membuktikan kemampuan Larian sebagai studio RPG.
Namun, kesuksesan tidak selalu berarti ingin melanjutkan arah sama.


Divinity Jadi Masa Depan Larian Studios

Kini, Larian tidak lagi terikat oleh sistem D&D.
Studio ini memiliki kebebasan penuh dalam membangun dunia Divinity.

Penggemar menaruh ekspektasi tinggi pada proyek baru ini.
Divinity berpotensi menghadirkan inovasi lebih berani.

Dengan pengalaman dari Baldur’s Gate 3, Larian memiliki modal kuat.
Keputusan ini membuka babak baru bagi masa depan studio.

Langkah Larian menunjukkan pentingnya visi dan passion.
Divinity kini menjadi simbol kebebasan kreatif Larian Studios.

“Baca Juga: Super Real Mahjong Venus Returns Mundur ke 2026“