Chi boust – Remedy Entertainment akan merilis Control Resonant pada 24 September 2026.
Game ini menjadi kelanjutan dari semesta Control yang pertama kali hadir pada 2019.
Berbeda dari game sebelumnya, Control Resonant menghadirkan Dylan Faden sebagai karakter utama.
Dylan merupakan adik dari Jesse Faden yang menjadi protagonis dalam game pertama.
Perubahan karakter utama ini menunjukkan arah baru yang ingin diambil Remedy dalam mengembangkan waralaba Control.
Selain itu, langkah tersebut membuka peluang untuk menghadirkan sudut pandang yang berbeda dalam cerita.
“Baca Juga: Resident Evil 4 Remake Kini Bisa Dimainkan Co-op“
Remedy Sudah Merancang Resonant Sejak Awal
Dalam wawancara bersama Insider Gaming, Art Director Control Resonant, Elmeri Raitanen, membahas masa depan seri tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tim pengembang sudah merencanakan Control Resonant sejak awal pengembangannya.
Menurut Raitanen, Remedy tidak membangun Control seperti waralaba lain yang berfokus pada satu karakter.
Sebaliknya, studio tersebut lebih mengutamakan pembangunan dunia dan cerita secara menyeluruh.
Karena itu, semesta Control dapat terus berkembang meski karakter utamanya berubah.
Jika game pertama mengikuti perjalanan Jesse, maka Resonant akan membawa pemain mengikuti petualangan Dylan.
Dengan pendekatan tersebut, Remedy memiliki ruang yang lebih luas untuk memperluas cerita di masa depan.
Kesuksesan Resonant Akan Menentukan Langkah Berikutnya
Raitanen juga membahas kemungkinan hadirnya seri Control berikutnya.
Namun, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut sangat bergantung pada performa Control Resonant setelah rilis.
Remedy ingin melihat respons pemain terlebih dahulu sebelum menentukan arah cerita berikutnya.
Tim pengembang berencana memperluas dunia Control dan menghadirkan lebih banyak cerita baru.
Meski begitu, mereka tetap membutuhkan dukungan pemain agar proyek tersebut bisa terus berjalan.
Karena itu, kesuksesan Resonant akan menjadi faktor penting bagi masa depan waralaba ini.
Remedy Ingin Membangun Waralaba Jangka Panjang
Pernyataan Raitanen menunjukkan ambisi besar Remedy terhadap semesta Control.
Studio tersebut tampaknya tidak hanya ingin menghadirkan satu atau dua game.
Sebaliknya, mereka ingin membangun waralaba yang dapat berkembang dalam jangka panjang.
Langkah tersebut sebenarnya sudah terlihat melalui kehadiran FBC Firebreak.
Game itu menjadi spin-off pertama dalam semesta Control.
Namun, FBC Firebreak belum mendapatkan sambutan yang memuaskan dari sebagian pemain.
Meski begitu, Remedy tetap melanjutkan rencananya melalui Control Resonant.
Penjualan Control Jadi Modal Besar Remedy
Peluang hadirnya seri baru juga didukung oleh performa game pertama.
Laporan keuangan Remedy pada kuartal pertama 2026 menunjukkan hasil yang cukup positif.
Sejak dirilis pada 2019, Control telah terjual sekitar enam juta kopi di seluruh dunia.
Angka tersebut membuktikan bahwa minat pemain terhadap semesta Control masih sangat tinggi.
Selain itu, pencapaian tersebut memberikan kepercayaan diri bagi Remedy untuk terus mengembangkan waralaba ini.
Jika Resonant mampu mengulangi atau bahkan melampaui kesuksesan tersebut, peluang hadirnya sekuel baru akan semakin besar.
Masa Depan Control Masih Terbuka Lebar
Control Resonant menjadi langkah penting bagi masa depan waralaba Control.
Game ini tidak hanya melanjutkan cerita yang sudah ada, tetapi juga membuka banyak kemungkinan baru.
Dengan Dylan sebagai karakter utama, pemain akan melihat sisi lain dari dunia yang sebelumnya dijelajahi Jesse.
Sementara itu, Remedy terus mempersiapkan fondasi untuk memperluas semesta Control.
Kini, semuanya bergantung pada sambutan pemain setelah Control Resonant resmi dirilis.
Jika game tersebut sukses besar, penggemar kemungkinan akan mendapatkan lebih banyak petualangan baru di dunia Control pada masa mendatang.
“Baca Juga: Panduan Build Velina ZZZ Terkuat untuk Versi 3.0“
