Chi boust – Bungie baru saja merilis pembaruan terakhir untuk Destiny 2.
Update tersebut langsung menarik perhatian banyak pemain.
Jumlah pemain aktif meningkat dalam waktu singkat.
Bahkan, server game sempat mengalami gangguan karena lonjakan pengguna.
Banyak pemain mencoba masuk secara bersamaan.
Sebagian pemain berharap peningkatan jumlah pengguna dapat mengubah keputusan Bungie.
Mereka ingin studio tersebut tetap melanjutkan pengembangan Destiny 2.
Namun, laporan terbaru menunjukkan hasil yang berbeda.
“Baca Juga: Remedy Buka Peluang Game Control Baru Setelah Resonant“
Laporan Sebut Bungie Tetap pada Keputusannya
Jurnalis Forbes, Paul Tassi, membahas situasi terbaru Bungie melalui kanal YouTube miliknya.
Paul dikenal sering membagikan informasi terkait Bungie dan Destiny.
Dalam video tersebut, ia mengungkap beberapa laporan dari sumber internal.
Menurut laporan yang ia terima, Bungie berencana melakukan pengurangan karyawan.
Jumlah pegawai yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 400 orang.
Meski angka tersebut belum final, jumlahnya tergolong besar.
Paul menjelaskan bahwa perubahan ini berkaitan dengan arah baru perusahaan.
Bungie kini tidak lagi fokus pada pengembangan Destiny 2.
Karena itu, sebagian staf kemungkinan akan berpindah proyek.
Sebagian lainnya berisiko kehilangan pekerjaan.
Lonjakan Pemain Tidak Mengubah Situasi
Paul juga menanyakan dampak peningkatan pemain terhadap keputusan Bungie.
Pertanyaan tersebut muncul karena Destiny 2 mencatat lonjakan pemain yang cukup tinggi.
Jumlah pemain aktif bahkan melampaui angka yang diraih Marathon dalam periode tertentu.
Marathon sendiri menjadi proyek utama Bungie saat ini.
Meski begitu, jawaban yang diterima Paul cukup mengejutkan.
Sumber yang ia hubungi hanya memberikan jawaban singkat.
Jawaban tersebut adalah “tidak”.
Artinya, peningkatan jumlah pemain tidak memengaruhi rencana Bungie.
Studio tersebut tetap melanjutkan strategi yang telah mereka susun sebelumnya.
Dengan kata lain, harapan pemain untuk mengubah arah pengembangan belum membuahkan hasil.
Destiny 2 Akan Mendapat Hotfix Terakhir
Laporan yang sama juga membahas masa depan dukungan teknis untuk Destiny 2.
Menurut sumber tersebut, Bungie sedang menyiapkan perbaikan terakhir atau final hotfix.
Setelah pembaruan itu dirilis, Bungie tidak memiliki rencana dukungan rutin.
Tim pengembang tidak lagi menyiapkan konten baru untuk game tersebut.
Selain itu, studio juga tidak menempatkan tim khusus untuk pemeliharaan harian.
Bungie hanya akan turun tangan jika muncul masalah besar.
Contohnya adalah gangguan yang membuat game tidak bisa dimainkan dengan baik.
Di luar kondisi tersebut, Destiny 2 kemungkinan tidak akan menerima pembaruan tambahan.
Bungie Fokus ke Marathon
Semua informasi yang beredar menunjukkan perubahan prioritas di Bungie.
Studio tersebut tampaknya mengalihkan perhatian ke Marathon.
Game baru itu menjadi proyek utama perusahaan untuk beberapa tahun ke depan.
Karena itu, sumber daya dan tenaga pengembang lebih banyak diarahkan ke proyek tersebut.
Keputusan ini membuat masa depan Destiny 2 terlihat semakin jelas.
Game yang telah menemani pemain selama bertahun-tahun kini mendekati akhir siklus hidupnya.
Meski komunitas masih aktif, Bungie tampaknya tidak berencana memperpanjang dukungan besar.
Masa Depan Destiny 2 Kini Semakin Terlihat
Update terakhir memang berhasil menarik banyak pemain kembali.
Namun, lonjakan tersebut tidak mengubah keputusan Bungie.
Studio tetap melanjutkan rencana restrukturisasi dan fokus pada proyek baru.
Selain itu, laporan mengenai hotfix terakhir semakin memperkuat dugaan tersebut.
Kini, para pemain hanya bisa menunggu perkembangan selanjutnya.
Apakah strategi Bungie akan berhasil melalui Marathon?
Jawabannya baru akan terlihat dalam beberapa tahun mendatang.
“Baca Juga: Developer Project GT Tegaskan Kickstarter Palsu“
