ConcernedApe Ungkap Stardew Valley Nyaris Gagal Rilis

Posted on

Chi boust – Stardew Valley tetap menjadi salah satu game indie paling sukses hingga saat ini. Sejak meluncur pada 2016, game simulasi pertanian tersebut berhasil terjual lebih dari 50 juta kopi hingga Februari 2026. Kesuksesan itu ternyata menyimpan kisah yang nyaris mengakhiri proyek sebelum resmi dirilis.

Pengembang Stardew Valley, Eric Barone atau yang lebih dikenal sebagai ConcernedApe, mengungkap bahwa dirinya sempat hampir membatalkan perilisan game tersebut. Penyebabnya bukan karena kekurangan dana atau minim dukungan, melainkan kesalahan sederhana yang hampir menghapus seluruh hasil kerjanya.

“Baca Juga: Rumor Resident Evil 1 Remake Masuk Tahap Pra-Produksi“

Hard Drive Rusak Saat Pengembangan Game

Dalam rangka perayaan 10 tahun Stardew Valley, PC Gamer kembali mengulas wawancara lama bersama Eric Barone. Wawancara tersebut mengungkap tantangan terbesar selama proses pengembangan game.

Barone menceritakan bahwa komputer yang ia gunakan tiba-tiba mengalami kerusakan total. Kondisi itu membuatnya panik karena seluruh proyek Stardew Valley tersimpan di perangkat tersebut.

Ia juga mengakui satu kesalahan besar selama mengembangkan game. Barone tidak pernah membuat cadangan data atau backup seluruh proyeknya.

Situasi itu membuat Stardew Valley berada di ambang kegagalan. Jika data benar-benar hilang, bertahun-tahun proses pengembangan bisa lenyap dalam sekejap.

Berhasil Selamatkan Seluruh Data Game

Beruntung, Eric Barone masih menemukan solusi sebelum semuanya terlambat.

Ia melepas hard drive dari komputer yang rusak, lalu memasangnya ke perangkat baru. Langkah tersebut berhasil menyelamatkan seluruh data Stardew Valley sehingga pengembangan game dapat kembali berjalan.

Barone mengaku merasa sangat lega setelah mengetahui seluruh file proyek masih bisa dipulihkan.

Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai salah satu momen paling menegangkan sepanjang kariernya sebagai pengembang game.

Proyek Indie yang Dikerjakan Sendirian

Eric Barone juga mengenang proses pembuatan Stardew Valley yang berlangsung sangat sederhana.

Ia mengerjakan hampir seluruh aspek game seorang diri. Mulai dari pemrograman, desain visual, musik, hingga penulisan cerita, semuanya ia tangani tanpa tim besar.

Karena bekerja sendiri, ia tidak memiliki sistem kerja yang terstruktur seperti studio game pada umumnya.

Meski penuh tantangan, pendekatan tersebut akhirnya menghasilkan salah satu game indie paling sukses dalam sejarah industri.

Haunted Chocolatier Jadi Fokus Berikutnya

Setelah kesuksesan Stardew Valley, Eric Barone kini mengembangkan game baru berjudul Haunted Chocolatier.

Ia mengaku membawa banyak pelajaran dari proyek pertamanya. Kali ini, Barone memilih mengembangkan game dengan lebih tenang dan tidak terburu-buru.

Ia ingin memastikan setiap fitur benar-benar matang sebelum game dirilis kepada publik.

Penggemar pun berharap Haunted Chocolatier mampu mengulang kesuksesan Stardew Valley. Selain itu, banyak yang berharap Barone tidak lagi mengabaikan pentingnya membuat cadangan data selama proses pengembangan.

Stardew Valley Jadi Bukti Pentingnya Backup Data

Kisah Eric Barone menunjukkan bahwa kesalahan kecil dapat mengancam proyek besar. Tidak membuat backup data hampir membuat Stardew Valley gagal hadir di tangan jutaan pemain.

Beruntung, hard drive yang rusak masih dapat diselamatkan sehingga seluruh file proyek berhasil dipulihkan. Kejadian tersebut kini menjadi pelajaran berharga, baik bagi pengembang game maupun siapa saja yang mengerjakan proyek digital penting.

Dengan pengalaman tersebut, Eric Barone terus melanjutkan perjalanannya sebagai kreator game independen. Para penggemar kini menantikan Haunted Chocolatier sebagai karya besar berikutnya dari sang pengembang.

“Baca Juga: Analis Sebut Harga GTA VI Terlalu Murah, Usul Jadi $200“