Chi boust – Rainbow Six Tactics membawa pendekatan berbeda dari game utama seri Rainbow Six. Ubisoft memperkenalkan game ini dalam Opening Night Live Gamescom 2026.
Game spin-off tersebut mengusung genre tactical turn-based dengan fokus pada campaign single-player. Pemain akan mengendalikan 15 Operator yang berasal dari Rainbow Six Siege.
Salah satu fitur utama game ini adalah permadeath. Fitur tersebut membuat pemain harus mempertimbangkan setiap keputusan selama menjalankan misi.
“Baca Juga: Rockstar Ungkap Detail Baru GTA VI Jelang Trailer Terbaru“
Permadeath Mengubah Cara Pemain Menyusun Strategi
Rainbow Six Tactics menghadirkan permadeath sebagai fitur opsional. Pemain dapat mengaktifkan fitur tersebut pada semua tingkat kesulitan.
Ketika pemain mengaktifkannya, Operator yang mengalami cedera parah dapat hilang secara permanen. Karena itu, pemain harus mempertimbangkan risiko sebelum mengirim Operator menuju area berbahaya.
Setiap Operator memiliki kemampuan dan karakteristik berbeda. Oleh sebab itu, kehilangan satu Operator dapat mengubah komposisi skuad secara signifikan.
Pemain kemudian harus menyesuaikan strategi dengan anggota skuad yang tersisa. Situasi tersebut membuat setiap keputusan memiliki konsekuensi yang lebih besar.
Selain permadeath, game ini juga menyediakan Ironman Mode. Mode tersebut memberikan tantangan tambahan bagi pemain yang menginginkan pengalaman lebih sulit.
Pemain Harus Mengamati Area Sebelum Menyerang
Game Director Rainbow Six Tactics, Martial Potron, menganggap permadeath sebagai fitur penting bagi penggemar game taktis.
Menurut Potron, fitur tersebut mendorong pemain untuk merencanakan serangan secara lebih matang. Pemain juga perlu melakukan pengintaian sebelum mengambil keputusan.
Dalam proses tersebut, pemain dapat memanfaatkan drone untuk memeriksa area sekitar. Sistem fog-of-war juga membatasi informasi pemain mengenai posisi musuh.
Karena itu, pemain perlu mengidentifikasi ancaman sebelum melakukan tindakan. Kesalahan kecil dapat membuat Operator mengalami cedera serius atau kehilangan nyawa.
Pendekatan tersebut membuat permainan terasa lebih strategis. Pemain tidak bisa sembarangan melakukan serangan tanpa mempertimbangkan kondisi medan.
Rainbow Six Tactics Terinspirasi Game Klasik
Ubisoft juga mengambil inspirasi dari sejumlah game Rainbow Six klasik. Tim pengembang kembali menghadirkan sistem perencanaan serangan sebagai bagian penting permainan.
Pemain dapat menentukan titik masuk sebelum menjalankan sebuah operasi. Selain itu, pemain bisa menyinkronkan tindakan empat Operator dalam satu serangan.
Pemain juga dapat mengatur penggunaan granat dan kemampuan khusus sebelum eksekusi. Sistem tersebut memberikan kesempatan untuk menyusun strategi secara lebih terarah.
Setelah semua persiapan selesai, pemain dapat menjalankan rencana tersebut. Namun, situasi di lapangan tetap dapat berubah dan memaksa pemain mengambil keputusan baru.
Permadeath Tetap Ramah untuk Pemain Baru
Rainbow Six Tactics menawarkan permadeath sebagai pilihan, bukan kewajiban. Dengan demikian, pemain baru tetap dapat menikmati campaign tanpa tekanan besar.
Sebaliknya, pemain berpengalaman dapat mengaktifkan permadeath untuk meningkatkan tantangan. Ironman Mode juga memberikan pilihan tambahan bagi pemain yang mencari pengalaman ekstrem.
Pendekatan tersebut membuat Rainbow Six Tactics dapat menjangkau berbagai kelompok pemain. Pemain kasual dapat menikmati cerita dan strategi dengan risiko lebih rendah.
Sementara itu, pemain hardcore dapat menguji kemampuan mereka melalui berbagai batasan. Permadeath akhirnya menjadi salah satu fitur yang membedakan Rainbow Six Tactics dari seri utamanya.
“Baca Juga: Review Captain Tsubasa 2: World Fighters, Seru dan Unik“
