Review Onimusha: Way of the Sword, Seru dan Intens

Posted on

Chi boust – Setelah penantian panjang, Capcom akhirnya menghadirkan Onimusha: Way of the Sword. Game ini membawa kembali aksi samurai dengan sentuhan fantasi gelap.

Cerita berlangsung di Kyoto pada era Edo. Pemain mengikuti perjalanan Miyamoto Musashi saat menghadapi monster Genma yang mengerikan.

Kami memainkan game ini melalui platform PC. Berikut ulasan lengkap berdasarkan pengalaman selama bermain.

“Baca Juga: Kingdom Hearts 4 dan Final Fantasy VII Digarap Studio yang Sama“

Cerita Musashi Membawa Nuansa Samurai yang Kuat

Onimusha: Way of the Sword mengikuti perjalanan Miyamoto Musashi yang ingin menjadi samurai terkuat.

Musashi menantang banyak samurai untuk membuktikan kemampuan bertarungnya. Namun, kehidupannya berubah setelah menghadapi monster Genma.

Musashi sebelumnya mengalahkan Yoshioka Seijuro dalam sebuah duel. Setelah itu, murid-murid Yoshioka mengejar Musashi hingga ia menghadapi Genma.

Kekuatan Genma jauh melampaui kemampuan manusia biasa. Musashi akhirnya kehilangan nyawanya setelah menghadapi monster tersebut.

Namun, seorang pria misterius memberinya Oni Gauntlet di alam baka. Kekuatan tersebut kemudian menghidupkan Musashi kembali.

Musashi akhirnya menjalankan tugas sebagai Onimusha. Ia harus melindungi manusia sekaligus menjaga gerbang neraka.

Capcom juga mengembangkan cerita dengan nuansa film samurai Jepang. Karakter-karakternya mengambil inspirasi dari tokoh sejarah Jepang.

Namun, Capcom memberikan sentuhan fantasi gelap pada setiap karakter. Karena itu, setiap adegan cerita terasa seperti film samurai.

Sistem Pertarungan Menawarkan Aksi yang Intens

Capcom menghadirkan sistem pertarungan modern dalam Onimusha: Way of the Sword. Musashi dapat menggunakan katana dan kekuatan Oni Gauntlet.

Musuh juga memiliki pola serangan yang berbeda. Karena itu, pemain harus membaca gerakan musuh sebelum melakukan serangan.

Pemain memiliki tiga pilihan utama ketika menghadapi serangan musuh. Pilihan tersebut mencakup menghindar, menangkis, dan melakukan Issen.

Pemain dapat menghindari serangan jarak dekat melalui gerakan cepat. Pemain juga dapat menangkis serangan dengan waktu yang tepat.

Issen menawarkan serangan balik dengan kerusakan besar. Namun, pemain harus menekan tombol pada waktu yang sangat tepat.

Sistem tersebut memang membutuhkan latihan. Namun, pemain akan merasakan kepuasan besar setelah memahami pola serangan musuh.

Upgrade Membantu Musashi Menghadapi Musuh

Pemain dapat meningkatkan kemampuan Musashi selama perjalanan. Pemain juga dapat meningkatkan katana, pakaian, dan Oni Gauntlet.

Pemain membutuhkan item tertentu dan Red Souls untuk melakukan peningkatan. Red Souls dapat pemain peroleh selama menjelajahi dunia game.

Eksplorasi menghadirkan berbagai misi di Kyoto. Pemain dapat membasmi Genma, menyelamatkan warga, mencari item, dan menutup celah dunia.

Namun, beberapa aktivitas terasa berulang setelah pemain menjalankannya berkali-kali. Untungnya, ukuran Kyoto tidak terlalu luas.

Visual dan Audio Memperkuat Atmosfer Jepang

Capcom menggunakan RE Engine untuk menghadirkan visual Onimusha: Way of the Sword. Teknologi tersebut menghasilkan detail lingkungan dan karakter yang menarik.

Animasi karakter juga terlihat baik, terutama ketika game menampilkan adegan cerita. Ekspresi wajah karakter turut memperkuat penyampaian cerita.

Monster Genma juga memiliki desain yang mengerikan. Desain tersebut membuat pertarungan terasa semakin brutal.

Selain visual, musik juga memperkuat atmosfer permainan. Instrumen khas Jepang terus menemani pemain selama perjalanan.

Suara tebasan katana juga memberikan sensasi pertarungan yang memuaskan. Efek suara tersebut semakin terasa ketika pemain menghadapi monster besar.

Beberapa Kekurangan Masih Terasa

Onimusha: Way of the Sword tetap memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya muncul dari tempo cerita yang terkadang terasa tidak konsisten.

Game memberikan beberapa tutorial secara bertahap pada bagian awal. Kondisi tersebut terkadang mengganggu alur permainan yang seharusnya semakin intens.

Eksplorasi Kyoto juga dapat terasa repetitif. Pemain sering melakukan aktivitas serupa ketika menjalankan misi tambahan.

Namun, misi utama menawarkan pengalaman yang jauh lebih menarik. Pemain akan mengunjungi lokasi berbeda dan menghadapi musuh yang lebih menantang.

Kesimpulan: Onimusha Layak Dimainkan

Secara keseluruhan, Onimusha: Way of the Sword menawarkan pengalaman action adventure yang memuaskan.

Sistem pertarungannya terasa intens, tetapi pemain dapat memahami mekanismenya melalui latihan. Ceritanya juga mampu berdiri sendiri tanpa pengetahuan mendalam tentang seri sebelumnya.

Visual, musik, dan desain musuh semakin memperkuat atmosfer samurai. Karena itu, game ini tetap menarik bagi penggemar lama maupun pemain baru.

Onimusha: Way of the Sword layak dimainkan, terutama bagi pemain yang menyukai pertarungan cepat dan atmosfer samurai Jepang.

“Baca Juga: Death Stranding 2 Tembus 2,5 Juta Kopi Terjual“