Capcom ID Diretas, 11 Juta Akun Gamer Terdampak

Posted on

Chi boust – Capcom mengumumkan insiden kebocoran data pada layanan keanggotaan online Capcom ID pada 22 Oktober 2026. Perusahaan game asal Jepang tersebut menemukan aktivitas pihak ketiga yang mencoba membobol sistem mereka.

Dalam pengumuman resminya, Capcom menyebut insiden ini berdampak pada lebih dari 11 juta akun terdaftar. Perusahaan juga mengungkapkan jenis informasi yang mungkin telah diakses pihak tidak bertanggung jawab.

“Baca Juga: Marvel Rivals Hadirkan Mode PvE 50 Pemain Lawan Thanos“

Capcom Menemukan Upaya Pembobolan pada 19 Oktober

Capcom pertama kali mendeteksi upaya pembobolan pada 19 Oktober 2026. Perusahaan langsung mengambil langkah darurat untuk menangani insiden tersebut.

Selain itu, Capcom memulai investigasi guna mengetahui cakupan serangan dan mengidentifikasi data yang terdampak. Sehari kemudian, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pelaku kemungkinan mengakses sejumlah informasi pribadi pengguna.

Capcom kemudian merinci temuan tersebut berdasarkan jenis data dan jumlah akun yang terdampak.

Lebih dari 11,7 Juta Akun Mengalami Kebocoran Data

Capcom melaporkan bahwa sebanyak 11.774.247 akun mengalami kebocoran informasi tertentu. Data yang terdampak mencakup alamat email, tanggal pembuatan akun, serta waktu dan jumlah login.

Selain itu, informasi tersebut mencakup alamat IP yang pengguna pakai saat melakukan login terakhir. Data ini dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas pengguna pada layanan Capcom ID.

Capcom juga menemukan insiden yang melibatkan kelompok akun lebih kecil. Sebanyak 43 akun mengalami kebocoran informasi tambahan, meliputi tanggal lahir, jenis kelamin, negara atau wilayah, serta nama panggilan.

Sementara itu, perusahaan mencatat 196 akun mengalami perubahan kata sandi tanpa izin. Capcom telah mereset kata sandi akun-akun tersebut sebagai langkah pengamanan.

Meski insiden ini menyangkut banyak akun, Capcom menegaskan bahwa informasi kartu kredit tidak terdampak.

Capcom Melaporkan Insiden kepada Pihak Berwenang

Capcom turut melaporkan insiden tersebut kepada Kepolisian Prefektur Osaka dan Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Jepang pada 21 Oktober 2026.

Selanjutnya, perusahaan akan terus memantau situasi dan menyelidiki kebocoran data tersebut. Capcom juga berencana membentuk layanan konsumen khusus untuk menangani pertanyaan dan keluhan terkait insiden ini.

Langkah tersebut bertujuan membantu pengguna memperoleh informasi dan dukungan yang sesuai selama proses penanganan berlangsung.

Pengguna Capcom ID Perlu Mewaspadai Penipuan

Capcom menyatakan bahwa pengguna masih dapat mengakses layanan yang memakai Capcom ID. Namun, perusahaan meminta pengguna meningkatkan kewaspadaan terhadap email atau pesan yang mengatasnamakan Capcom.

Pelaku bisa memanfaatkan situasi seperti ini untuk mengirim pesan palsu dan mencoba mencuri informasi tambahan. Karena itu, pengguna sebaiknya tidak sembarangan mengeklik tautan atau memberikan data pribadi melalui pesan mencurigakan.

Pengguna juga dapat mengganti kata sandi sebagai langkah pencegahan. Jika memakai kata sandi yang sama pada layanan lain, pengguna sebaiknya menggantinya dengan kata sandi berbeda.

Capcom menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut. Perusahaan juga berkomitmen melanjutkan investigasi dan memperkuat dukungan bagi pengguna yang membutuhkan bantuan.

Insiden ini kembali mengingatkan pengguna pentingnya menjaga keamanan akun digital. Selain mengandalkan perlindungan dari penyedia layanan, pengguna perlu memeriksa pesan mencurigakan dan melindungi informasi pribadi mereka.

“Baca Juga: Xbox Handheld Rilis 2027, Project Helix Menyusul 2028?“