Black Ops 7 Kalah Momentum, Penjualan Turun di Eropa

Posted on

Chi boust – Call of Duty: Black Ops 7 mengalami performa yang tidak sesuai ekspektasi. Banyak pemain merasa game ini tidak memenuhi harapan awal. Para developer juga menghadapi tekanan karena hasil penjualan yang turun drastis di beberapa wilayah, termasuk Eropa.

“Baca Juga: Blue Protocol: Star Resonance Rilis 18 Desember 2025“

Penjualan Black Ops 7 Menurun Dibanding Kompetitor

GSD melalui The Game Business merilis data terbaru terkait penjualan game ini. Data itu menunjukkan penurunan penjualan hingga 63 persen jika dibandingkan Battlefield 6. Angka itu mencakup penjualan fisik dan digital di seluruh wilayah Eropa.

Battlefield 6 berada pada posisi berbeda karena tidak memiliki layanan langganan. Pemain harus membeli game itu jika ingin bermain. Kondisi ini membuat angka penjualannya terlihat lebih tinggi. Namun para analis menilai jumlah pemain Call of Duty tetap bisa jauh lebih besar.

Perbandingan dengan Black Ops 6 Tahun Lalu

Black Ops 7 juga menunjukkan penurunan penjualan sebesar 50 persen jika dibandingkan seri tahun lalu. Banyak orang menilai penurunan itu berasal dari keberadaan game di Xbox Game Pass. Para pemain memilih memainkan game melalui langganan daripada membeli unit.

Model distribusi itu membuat angka penjualan terlihat lebih rendah. Namun jumlah pemain aktif kemungkinan tidak turun. Para pemain lebih memilih akses cepat dan murah daripada membeli game dengan harga penuh.

Black Ops 7 Tetap Pimpin Penjualan Minggu Perilisan

Meski mengalami penurunan angka penjualan, Black Ops 7 tetap mendominasi pasar Eropa. Game ini menjadi judul dengan pendapatan tertinggi pada minggu yang berakhir 16 November. Minggu itu juga menjadi minggu perilisan resmi game ini.

Data itu menunjukkan bahwa game ini masih menarik perhatian besar. Banyak pemain tetap memilih game ini dibanding kompetitornya. Popularitas brand Call of Duty masih memberi pengaruh besar pada penjualan awal.

Battlefield 6 Berada di Posisi Empat

Battlefield 6 menjadi kompetitor terbesar Call of Duty pada periode itu. Namun game tersebut hanya berada di posisi keempat dalam penjualan unit maupun pendapatan. Kondisi itu menunjukkan bahwa dominasi Call of Duty masih sangat kuat meski penjualannya turun.

Persaingan dua franchise besar ini tetap menarik perhatian pemain. Setiap seri baru selalu dibandingkan secara langsung oleh komunitas maupun analis industri.

Apa yang Menghambat Performa Black Ops 7?

Beberapa pemain memberikan kritik terhadap konten dan arah desain game ini. Sebagian pemain merasa game ini tidak memberi perubahan signifikan dari seri sebelumnya. Selain itu, keberadaan game di layanan langganan membuat angka penjualan tidak mencerminkan jumlah pemain sebenarnya.

Para analis juga menilai faktor perilisan yang padat menekan performa penjualan. Banyak game besar juga rilis pada periode yang sama. Kondisi ini membuat pemain membagi perhatian mereka ke banyak judul.

Masa Depan Black Ops 7 dan Respons Komunitas

Komunitas tetap memberikan dukungan kepada seri ini. Banyak pemain menantikan update yang meningkatkan kualitas pengalaman bermain. Developer juga berpeluang memperbaiki kritik melalui patch dan konten tambahan.

Call of Duty selalu berhasil menarik komunitas besar di setiap perilisan. Black Ops 7 kemungkinan akan tetap memiliki jumlah pemain tinggi meski penjualan awal turun.

“Baca Juga: Battlefield 6 Tebar Dominasi sebagai Shooter Terlaris 2025“