Clair Obscur Expedition 33: Alur Cerita Lengkap Game Epik

Posted on

Chi boust – Game Clair Obscur: Expedition 33 buatan Sandfall Interactive menarik perhatian sejak rilis pada 24 April 2025. Game ini hadir sebagai turn-based RPG dengan cerita mendalam. Banyak pemain terpesona dengan alur dramatis dan tokoh-tokoh yang penuh emosi. Namun, sebagian orang mungkin masih bingung dengan kisah utamanya.

Artikel ini akan membahas alur cerita Clair Obscur: Expedition 33 dari awal hingga akhir, termasuk dua ending berbeda yang ditawarkan.

“Baca Juga: Fairgames Masih Dikembangkan, Sony Tegaskan Game Belum Batal


Prolog: Festival Gommage dan Awal Tragedi

Kisah dimulai di kota Lumiere yang baru bangkit dari bencana. Gustave, tokoh utama, melihat Monolith besar dengan angka 33 di puncaknya.

Seorang gadis berambut merah bernama Maelle menghampiri Gustave. Ia mengajaknya bergabung dalam festival tahunan Gommage. Festival ini mengurangi usia semua orang satu tahun. Siapa pun yang melewati batas usia akan menghilang selamanya.

Di festival, Gustave bertemu kekasihnya Sophie yang sudah berusia 34 tahun. Saat Paintress muncul dan menuliskan angka 33 di Monolith, suasana gembira berubah menjadi tragedi. Sophie dan banyak warga lain menghilang seketika.

Sejak saat itu, Gustave bertekad mengikuti Expedition 33 untuk menghentikan Paintress dan mengakhiri penderitaan Lumiere.


Act I: Perjalanan Awal dan Pertemuan Aneh

Ekspedisi dimulai ketika tim tiba di Old Lumiere. Mereka bertemu seorang pria tua yang masih hidup, hal yang mustahil karena semua orang tua seharusnya hilang akibat Gommage.

Pria tua itu membantai anggota ekspedisi hingga hanya Gustave yang tersisa. Saat Gustave hampir putus asa, seorang wanita bernama Lune menyelamatkannya. Bersama Lune, Gustave mencari Maelle yang hilang.

Di perjalanan, mereka menemukan mansion bernama Flying Manor dan bertemu Curator. Sosok ini membantu pemain meningkatkan kemampuan karakter. Mereka juga bertemu makhluk ramah bernama Gestral yang hidup berkelompok dan memiliki kekuatan unik.

Dalam sebuah turnamen Gestral, mereka bertemu Sciel, anggota Expedition 33 yang ternyata selamat. Setelah pertempuran, Sciel bergabung dengan tim.

Namun, tragedi kembali menghantam. Pria tua misterius muncul dan membunuh Gustave di depan Maelle. Gadis itu trauma, tetapi ia kembali bersama tim dengan bantuan sosok misterius bernama Verso.


Act II: Misteri Keluarga Verso dan Pertarungan Sengit

Setelah Gustave dimakamkan, tim melanjutkan perjalanan. Verso mengungkap bahwa pria tua yang membunuh Gustave adalah Renoir, mantan komandannya. Renoir ternyata immortal dan ingin melindungi Paintress selamanya.

Tim kemudian mencari bantuan Monoco, makhluk Gestral yang cerdas. Meski awalnya ragu, Monoco akhirnya bergabung bersama mereka. Namun, dalam perjalanan ke The Manor, mereka harus menghadapi Renoir dan menyaksikan kematian Noco, guru kecil Monoco.

Rahasia semakin terbuka. Verso mengakui Renoir adalah ayahnya, sedangkan gadis bertopeng yang sering muncul ternyata adiknya, Alicia. Namun, Alicia menunjukkan perhatian khusus pada Maelle, seolah ada ikatan misterius.

Tim terus berjuang hingga akhirnya berhasil mendapatkan senjata khusus untuk menembus perisai Paintress. Pertarungan besar pun menanti di Monolith.


Pertarungan di Monolith dan Pengkhianatan Kenyataan

Maelle menggunakan rapier untuk menghancurkan perisai Monolith. Mereka akhirnya bertemu Paintress. Namun, Paintress menyebut Maelle sebagai Alicia, putrinya yang hilang. Hal itu membuat kebingungan baru bagi tim.

Setelah pertempuran panjang, Paintress kalah. Dengan sisa tenaga, ia menyebut nama Alicia sebelum tubuhnya menghilang. Expedition 33 dianggap berhasil, dan warga Lumiere menyambut mereka dengan pesta besar.

Namun, kegembiraan itu singkat. Gommage kembali menghantam Lumiere, dan seluruh warga lenyap termasuk Maelle.


Act III: Rahasia Keluarga Dessendre

Pada bagian terakhir, semua rahasia terungkap. Dunia Lumiere hanyalah lukisan di atas Canvas ciptaan Verso. Renoir dan Aline adalah orang tua dari Verso, Clea, dan Alicia.

Maelle sebenarnya adalah Alicia, yang kehilangan ingatan setelah masuk ke dunia Canvas. Renoir berusaha menyelamatkan istrinya Aline yang terjebak dalam lukisan, sementara Alicia berusaha mempertahankan dunia ilusi itu.

Konflik keluarga ini berpuncak pada pertarungan antara Alicia, Renoir, dan Verso. Akhirnya, pemain dihadapkan pada pilihan menentukan ending.


Ending Pertama: Jalan Verso

Jika pemain memilih Verso, ia mengembalikan Alicia ke dunia nyata. Canvas hancur, dan dunia ilusi hilang selamanya.

Keluarga Dessendre akhirnya melanjutkan hidup tanpa Verso. Mereka berziarah ke makamnya, mengenang pengorbanan sang anak. Alicia menyimpan kenangan itu sebagai bagian dari dirinya.


Ending Kedua: Jalan Maelle

Jika pemain memilih Maelle, ia menolak menghancurkan Canvas. Ia membunuh Verso dan memilih tinggal di dunia ilusi.

Dalam dunia baru itu, semua warga Lumiere kembali, termasuk Gustave. Verso hidup sebagai musisi, dan Maelle menjadi Paintress sejati.

Namun, hidup ini hanyalah siklus semu yang akan terus berulang.


Penutup: Clair Obscur Expedition 33

Kisah Clair Obscur: Expedition 33 menghadirkan petualangan penuh misteri, pengorbanan, dan pilihan moral. Dua ending berbeda memberi kebebasan bagi pemain untuk menentukan nasib dunia Lumiere.

Game ini bukan sekadar RPG turn-based, melainkan juga sebuah drama tentang keluarga, kehilangan, dan harapan. Sandfall Interactive berhasil menciptakan kisah yang membuat pemain terus memikirkan arti pengorbanan hingga layar terakhir.

“Baca Juga: Fairgames Masih Dikembangkan, Sony Tegaskan Game Belum Batal