Game Hytale Palsu di Switch Picu Masalah Hukum

Posted on

Chi boust – Game berjudul Hytale Sandbox RPG tiba-tiba muncul di Nintendo eShop. Kemunculan ini langsung membuat banyak pemain bingung. Banyak orang mengira game tersebut adalah versi resmi dari Hytale.

Namun, kenyataannya berbeda. Game tersebut tidak memiliki hubungan dengan developer asli. Karena itu, situasi ini memicu kontroversi di komunitas gamer.

Selain itu, banyak pemain merasa tertipu. Mereka mengira membeli game resmi, padahal hanya tiruan.

“Baca Juga: Mayoritas Player Resident Evil Requiem Sudah Tamat“

Game Tiruan Gunakan Nama dan Visual Mirip

Game ini dirilis oleh pihak bernama RoVi Ninen. Nama tersebut jelas bukan developer asli Hytale. Developer resmi Hytale adalah Hypixel Studios.

Selanjutnya, game tiruan ini menggunakan nama yang sangat mirip. Mereka juga menampilkan visual yang menyerupai materi promosi resmi. Kemiripan ini membuat banyak pemain salah paham.

Akibatnya, banyak pemain mengira game tersebut adalah versi asli. Padahal, game itu hanya meniru konsep dan tampilan.

Selain itu, harga game ini terlihat mencurigakan. Game tiruan dijual seharga $7,99. Bahkan, mereka memberikan diskon menjadi $4,99.

Sementara itu, versi asli Hytale memiliki harga sekitar $11,34. Perbedaan harga ini semakin memperkuat dugaan penipuan.

Hytale Asli Belum Rilis di Nintendo Switch

Hytale merupakan game sandbox RPG yang masih dalam tahap early access. Game ini resmi rilis pada Januari 2026 untuk PC.

Namun, developer belum mengumumkan versi konsol. Hytale belum tersedia di Nintendo Switch.

Karena itu, kehadiran game di eShop jelas mencurigakan. Informasi ini penting agar pemain tidak tertipu.

Selain itu, pemain perlu memeriksa sumber resmi sebelum membeli game. Langkah ini dapat menghindari kerugian.

Hypixel Studios Ambil Langkah Hukum

Hypixel Studios langsung merespons kasus ini. Mereka mengambil langkah hukum terhadap pihak terkait.

CEO Hypixel Studios, Simon Collins-Laflamme, memberikan pernyataan resmi. Ia menyatakan tim legal sedang menangani masalah ini.

Selain itu, pihak developer menegaskan bahwa mereka tidak merilis game di Nintendo eShop. Pernyataan ini memperjelas posisi mereka.

Dengan demikian, pemain mendapat informasi yang lebih akurat. Mereka dapat menghindari game tiruan tersebut.

Kasus Ini Soroti Masalah di Toko Digital

Kasus ini menunjukkan masalah besar di toko digital. Banyak pihak memanfaatkan popularitas game terkenal.

Mereka membuat game tiruan untuk menarik perhatian pemain. Praktik ini jelas merugikan developer asli.

Selain itu, pemain juga berisiko kecewa. Mereka bisa membeli produk yang tidak sesuai harapan.

Oleh karena itu, pemain harus lebih teliti. Mereka perlu memastikan keaslian game sebelum membeli.

Hingga saat ini, listing game tersebut masih tersedia di eShop. Sementara itu, proses hukum masih berjalan.

“Baca Juga: Windrose Laris 500 Ribu Kopi dalam 48 Jam“