Map Meccha Chameleon Sebarkan Malware, Pemain Diminta Waspada

Posted on

Chi boust – Ancaman malware kembali menghantui industri video game. Kali ini, insiden tersebut menimpa game indie Meccha Chameleon yang sedang mendapat perhatian banyak pemain.

Seorang pengguna menemukan map buatan komunitas yang diduga menyebarkan malware ke komputer pemain. Developer pun bergerak cepat dengan menghapus map tersebut dan merilis pembaruan keamanan.

“Baca Juga: Review Where Winds Meet 2.0: Hidden Mountain yang Memukau“

Pemain Temukan Map Workshop Berisi Malware

Laporan pertama muncul dari pengguna Reddit bernama Feint.

Ia mengaku melihat jendela Command Prompt muncul secara tiba-tiba ketika memuat map kustom di Meccha Chameleon.

Temuan tersebut kemudian mendorong Feint untuk menyelidiki isi map tersebut.

Ia menemukan map Workshop bernama Laser Tag Neon yang menyimpan kode mencurigakan.

Kode itu membuat file batch baru di folder Documents milik pengguna.

Selanjutnya, file tersebut menjalankan PowerShell untuk mengunduh malware dari server eksternal.

Proses itu terjadi tanpa sepengetahuan pemain.

Karena itu, malware berpotensi menginfeksi komputer setelah pemain membuka map yang terinfeksi.

Developer Langsung Menghapus Map Bermasalah

Developer Meccha Chameleon segera mengambil tindakan setelah menerima laporan tersebut.

Tim langsung menghapus map Laser Tag Neon dari Workshop.

Selain itu, developer juga merilis pembaruan versi 3.1.0 untuk mematikan mekanisme malware tersebut.

Langkah tersebut bertujuan melindungi pemain dari ancaman yang lebih luas.

Namun, masalah belum benar-benar berakhir.

Muncul Map Baru dengan Ancaman Lebih Serius

Feint kemudian membagikan temuan baru melalui Reddit.

Ia menemukan map lain bernama Chroma Grid Arena.

Menurut laporannya, map tersebut membawa ancaman yang lebih berbahaya.

Malware di dalamnya diduga menggunakan Remote Access Trojan atau RAT.

Jenis malware ini memungkinkan pelaku mengakses komputer korban dari jarak jauh.

Pelaku juga dapat memasang program berbahaya secara berkelanjutan setelah perangkat terinfeksi.

Karena itu, risiko yang ditimbulkan jauh lebih besar dibanding malware biasa.

Pemain Diminta Segera Memeriksa Komputer

Feint mengimbau seluruh pemain yang pernah membuka map Workshop tersebut agar segera memeriksa perangkat mereka.

Ia menyarankan pemain menjalankan pemindaian malware secara menyeluruh.

Selain itu, pemain juga perlu memeriksa folder Documents.

Jika muncul file berekstensi .bat yang baru dibuat tanpa diketahui asalnya, pemain sebaiknya segera menghapusnya setelah memastikan file tersebut memang berbahaya.

Langkah cepat dapat membantu mengurangi risiko kerusakan yang lebih besar.

Server Discord Resmi Ikut Menjadi Target

Serangan malware ternyata tidak hanya menyasar pemain.

Developer Lemorion mengungkapkan bahwa server Discord resmi Meccha Chameleon juga menjadi korban.

Masalah bermula ketika seorang software engineer tanpa sengaja mengakses file yang telah terinfeksi.

Perangkat tersebut kemudian menjadi pintu masuk bagi pelaku.

Menurut penjelasan Lemorion di X, pelaku berhasil mengambil alih akun Discord milik engineer tersebut.

Pelaku bahkan mampu melewati sistem verifikasi dua langkah atau Two-Factor Authentication.

Setelah itu, pelaku mengubah izin server dan memblokir seluruh staf dari akses Discord resmi.

Developer Pastikan Data Game Tetap Aman

Lemorion memastikan serangan tersebut tidak menyentuh sistem pengembangan game.

Perangkat yang terinfeksi tidak memiliki akses ke file utama Meccha Chameleon.

Perangkat tersebut juga tidak terhubung dengan akun developer Steam maupun program pengembangan game.

Karena itu, developer menegaskan tidak ada indikasi kebocoran data inti maupun perubahan pada file game resmi.

Meski begitu, tim tetap meminta pemain meningkatkan kewaspadaan.

Developer juga meminta komunitas tidak langsung mempercayai setiap pengumuman yang muncul di Discord selama proses pemulihan berlangsung.

Server Discord Sudah Kembali Beroperasi

Lemorion kemudian mengonfirmasi bahwa server Discord resmi Meccha Chameleon telah kembali beroperasi.

Pemain kini dapat mengakses komunitas seperti biasa.

Meski situasi mulai terkendali, insiden ini menjadi pengingat bahwa ancaman keamanan digital dapat muncul melalui konten buatan komunitas.

Karena itu, pemain sebaiknya hanya mengunduh konten dari sumber tepercaya, selalu memperbarui game, dan rutin memindai komputer menggunakan perangkat lunak keamanan agar terhindar dari serangan malware di masa mendatang.

“Baca Juga: Panduan Mirror Dungeon Limbus Company untuk Pemula“