Chi boust – Netflix Gunakan Generative AI: Aplikasi ini mengonfirmasi penggunaan teknologi generative AI dalam produksi serial sains fiksi terbaru berjudul El Eternauta. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh co-CEO Netflix, Ted Sarandos, dalam laporan keuangan kuartal kedua 2025.
Ted menjelaskan bahwa keputusan menggunakan AI bukan semata-mata karena alasan biaya. Menurutnya, teknologi ini memberikan nilai lebih dalam proses kreatif dan produksi.
“Generative AI membantu kreator menciptakan efek visual luar biasa dengan waktu sepuluh kali lebih cepat,” ujar Ted.
“Baca Juga: Persona 4 Revival Pakai Denuvo, Gamer PC Protes Keras“
Efisiensi Jadi Alasan Utama Netflix Adopsi Generative AI
Ted mengakui bahwa jika Netflix hanya mengandalkan teknologi efek visual konvensional, biaya produksi akan jauh lebih besar.
Dengan generative AI, tim produksi mampu mempercepat workflow tanpa mengorbankan kualitas. Efisiensi ini memungkinkan mereka menciptakan konten visual dengan standar tinggi dalam waktu singkat.
Serial El Eternauta menjadi contoh nyata bagaimana AI bisa mempercepat proses kreatif. Teknologi ini membuka ruang bagi tim produksi untuk fokus pada ide cerita dan pengalaman visual yang lebih kuat.
Industri Perfilman Mulai Bergerak ke Arah AI
Langkah Netflix memicu perbincangan baru tentang masa depan industri film dan serial. Banyak pihak mulai melihat AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai alat bantu kreatif.
Di industri video game, penggunaan AI sudah lebih dulu diadopsi. Kini, perusahaan layanan streaming pun mulai mengikutinya.
Dengan perkembangan teknologi yang terus melaju, banyak kreator melihat potensi besar dari AI untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan produktivitas.
Ted meyakini bahwa teknologi AI akan memainkan peran besar dalam evolusi industri hiburan. Ia bahkan menyebut bahwa AI bisa menjadi standar baru dalam pembuatan VFX berkualitas tinggi.
Pro dan Kontra Masih Terjadi di Kalangan Kreator
Meski demikian, penggunaan AI di dunia kreatif tetap menimbulkan perdebatan. Sebagian kreator khawatir teknologi ini akan menggantikan peran manusia. Namun, ada pula yang menganggap AI justru dapat memperluas kapasitas tim kreatif.
Bagi banyak kreator, AI adalah alat bantu yang bisa mempercepat realisasi ide-ide visual yang sebelumnya sulit diwujudkan karena keterbatasan teknis atau anggaran.
Dalam hal ini, Netflix tampak mengambil posisi tegas untuk mendukung inovasi teknologi tanpa melupakan nilai-nilai kreatif yang mendasari setiap karya.
Menuju Masa Depan yang Lebih Terintegrasi dengan AI?
Pertanyaannya kini: apakah langkah Netflix akan diikuti oleh platform streaming lain seperti Disney+, Amazon Prime, atau HBO Max?
Jika perkembangan AI terus menunjukkan efisiensi dan hasil yang menjanjikan, bukan tidak mungkin industri hiburan akan bertransformasi sepenuhnya.
Netflix telah membuka pintu menuju integrasi AI dalam dunia sinema. Kini giliran industri menilai: apakah ini masa depan yang memang harus disambut?
“Baca Juga: Realme Siapkan HP Tipis dengan Baterai 10.000mAh“
