Chi boust – Sandfall – Expedition 33: Clair Obscur: Expedition 33 berhasil mencuri perhatian gamer sepanjang 2025. Game turn-based RPG ini mendapat pujian luas dari komunitas dan pelaku industri game global. Sandfall Interactive sebagai pengembang tampil percaya diri, meski game ini menjadi proyek perdana mereka.
Banyak veteran industri menyebut Expedition 33 sebagai salah satu rilisan paling menonjol tahun ini. Meskipun sukses besar, baik secara kritis maupun finansial, Sandfall justru memilih tidak memperbesar tim untuk proyek selanjutnya.
“Baca Juga: Spongebob Titans of the Tide Rilis 18 November 2025“
Sutradara Pilih Tim Kecil untuk Efisiensi dan Fokus
Guillaume Broche, sutradara game ini, mengungkapkan pandangannya saat menghadiri CEDEC 2025 di Jepang. Ia mengaku lebih nyaman bekerja dalam tim kecil. Baginya, jumlah anggota yang sedikit justru menjadi kekuatan saat mengembangkan game RPG dengan harga penuh.
“Saya tidak tahu ukuran tim yang ideal. Tapi untuk game seperti ini, tim kami sudah sangat pas,” ujar Broche seperti dilansir Automaton.
Hanya 33 Orang, Ditambah Seekor Anjing di Tim Inti
Saat meluncurkan Expedition 33, Sandfall Interactive hanya memiliki 33 anggota tim. Lucunya, mereka juga menunjuk seekor anjing bernama Monoco sebagai “manajer kesejahteraan” yang menjadi maskot sekaligus bagian penting dari tim.
Guillaume menjelaskan bahwa ia melakukan lebih dari 200 wawancara ketat untuk merekrut anggota awal. Ia mencari kandidat yang benar-benar ahli, bukan hanya dari pengalaman panjang, tetapi juga dari semangat dan potensi yang besar.
Rekrut Talenta Muda Jadi Kunci Inovasi Studio
Guillaume tidak hanya merekrut veteran. Ia juga mencari lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja. Menurutnya, hal ini menjadi kelebihan karena mereka bisa beradaptasi lebih baik dengan budaya kerja di Sandfall.
Beberapa anggota bahkan menjadikan Expedition 33 sebagai proyek pertama mereka. Guillaume percaya bahwa semangat juang dan kemauan belajar bisa mengalahkan pengalaman panjang jika diarahkan dengan tepat.
Tetap Gunakan Jasa Eksternal untuk Efisiensi Produksi
Meski tim inti hanya terdiri dari 33 orang, Sandfall tetap bekerja sama dengan pihak eksternal. Mereka melakukan outsourcing untuk kebutuhan seperti Quality Assurance, pemasaran, dan lokalisasi bahasa. Langkah ini diambil agar tim inti tetap fokus pada pengembangan inti game.
Model kerja ini terbukti efektif untuk studio kecil yang ingin tetap mandiri namun mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi. Sandfall berhasil menunjukkan bahwa ukuran tim tidak selalu menentukan kualitas game.
Sandfall Expedition 33: Tim Kecil, Visi Besar
Keputusan Guillaume Broche untuk mempertahankan tim kecil bukan tanpa alasan. Ia mengutamakan efisiensi, semangat tim, dan kepercayaan penuh antaranggota. Strategi ini telah membuahkan hasil lewat kesuksesan Expedition 33.
Kini, banyak penggemar menantikan proyek Sandfall selanjutnya. Dengan pendekatan yang tidak biasa namun efektif, studio ini membuktikan bahwa kreativitas dan kerja tim bisa mengalahkan keterbatasan sumber daya. Apakah strategi ini akan bertahan lama? Waktu yang akan menjawabnya.
“Baca Juga: Persona 3 Reload Hadir di Switch 2, Ini Detail Rilisnya“
