Chi boust – Valve akhirnya meluncurkan Steam Machine ke pasar global. Perangkat ini menggabungkan pengalaman bermain PC dan konsol dalam satu sistem.
Sebelum peluncuran, banyak pemain menyambut perangkat ini dengan antusias. Namun, harga tinggi langsung memicu kritik dari banyak calon pembeli.
Steam Machine dibanderol mulai 1.049 dolar AS atau sekitar Rp18 juta. Harga tersebut belum termasuk Steam Controller.
Meski begitu, Jepang justru menunjukkan respons yang berbeda. Permintaan di negara tersebut sangat tinggi sejak hari pertama penjualan.
“Baca Juga: Kode Redeem Free Fire Terbaru Juni 2026, Klaim Hadiahnya!“
Komodo Station Umumkan Seluruh Stok Terjual
Distributor resmi Valve di Jepang, Komodo Station, mengonfirmasi seluruh stok Steam Machine telah habis.
Distributor tersebut langsung menjual perangkat ke pasar tanpa membuka sistem pre-order.
Keputusan itu ternyata membuahkan hasil. Semua varian Steam Machine habis hanya dalam waktu 48 jam.
Pencapaian tersebut menunjukkan minat besar dari gamer Jepang meski harga perangkat cukup tinggi.
Empat Varian Hadir dengan Harga Berbeda
Komodo Station menawarkan empat pilihan Steam Machine kepada konsumen.
Varian termurah dibanderol 189.980 yen atau sekitar Rp21 juta. Paket ini belum menyertakan Steam Controller.
Varian kedua hadir dengan penyimpanan 512GB dan Steam Controller. Harganya mencapai 204.980 yen atau sekitar Rp22 juta.
Sementara itu, varian penyimpanan 2TB tanpa controller dijual seharga 249.980 yen atau sekitar Rp27 juta.
Paket termahal menawarkan penyimpanan 2TB beserta Steam Controller. Komodo Station menjualnya dengan harga 264.980 yen atau sekitar Rp29 juta.
Penjualan Cepat Memicu Kekhawatiran
Penjualan yang sangat cepat memunculkan kekhawatiran baru.
Banyak pihak menduga bot otomatis dan pelaku scalper ikut membeli perangkat tersebut.
Jika dugaan itu benar, sebagian konsumen asli mungkin kesulitan mendapatkan Steam Machine.
Situasi seperti ini sering terjadi pada peluncuran perangkat teknologi yang memiliki stok terbatas.
Harga Jepang Lebih Tinggi dari Amerika
Harga Steam Machine di Jepang lebih mahal dibandingkan Amerika Serikat.
Perbedaan harga tersebut bukan berasal dari Valve semata.
Pajak konsumsi dan berbagai biaya daerah ikut meningkatkan harga jual perangkat di Jepang.
Meski demikian, tingginya harga tidak mengurangi minat para penggemar di negara tersebut.
Valve Masih Punya Tantangan Besar
Keberhasilan penjualan di Jepang menjadi kabar positif bagi Valve.
Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan di pasar global.
Banyak pemain masih menganggap harga Steam Machine terlalu mahal.
Selain itu, Valve juga perlu memastikan stok tetap tersedia agar tidak dimanfaatkan oleh bot dan scalper.
Jika Valve mampu mengatasi masalah harga dan distribusi, Steam Machine berpeluang menarik lebih banyak pengguna di berbagai negara.
“Baca Juga: Ghost of Yotei Picu Lonjakan Wisata di Gunung Yotei“
