Chi boust – Kabar kurang menggembirakan datang dari industri game. Sejumlah laporan menyebut Xbox kembali mengevaluasi studio internal dan proyek yang sedang dikembangkan. Setelah beberapa studio dikabarkan berada dalam posisi tidak aman, kini nama Arkane Studios ikut masuk dalam daftar yang terancam.
Situasi tersebut juga memunculkan kekhawatiran terhadap nasib game Marvel Blade yang saat ini masih berada dalam tahap pengembangan.
“Baca Juga: Daftar Lengkap Weather Grow A Garden 2 Roblox Terbaru“
Xbox Evaluasi Studio dan Proyek yang Berjalan
Laporan dari Insider Gaming menyebut Xbox sedang meninjau seluruh studio beserta proyek yang mereka kerjakan. Perusahaan ingin memastikan setiap pengembangan berjalan sesuai target dan anggaran.
Sumber laporan mengungkapkan bahwa Xbox menilai perkembangan Marvel Blade belum memenuhi harapan. Karena itu, perusahaan mulai mempertimbangkan beberapa langkah untuk menentukan masa depan proyek tersebut.
Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya Xbox menata kembali portofolio game dan mengurangi biaya operasional.
Marvel Blade Dikabarkan Berisiko Dibatalkan
Perkembangan Marvel Blade menjadi sorotan karena game tersebut tidak muncul dalam ajang Summer Game Fest maupun Xbox Games Showcase 2026.
Absennya Marvel Blade dari dua acara besar tersebut memicu dugaan bahwa proses pengembangannya berjalan lebih lambat dari perkiraan.
Laporan lain dari The Verge juga memperkuat spekulasi tersebut. Beberapa sumber menyebut Xbox mempertimbangkan pembatalan Marvel Blade sebagai bagian dari strategi efisiensi perusahaan.
Namun, hingga saat ini Microsoft maupun Xbox belum memberikan konfirmasi resmi mengenai status game tersebut.
Arkane Studios Masuk Daftar Studio yang Terancam
Selain mempertimbangkan nasib Marvel Blade, Xbox juga dikabarkan mengevaluasi masa depan Arkane Studios.
Jika laporan tersebut benar, Arkane tidak menjadi satu-satunya studio yang menghadapi ketidakpastian. Beberapa studio lain juga disebut berada dalam proses peninjauan.
Daftar tersebut meliputi Undead Labs yang mengembangkan State of Decay 3, Ninja Theory, Double Fine, dan Compulsion Games.
Situasi ini membuat banyak penggemar khawatir terhadap kelanjutan berbagai proyek yang sedang dikerjakan studio-studio tersebut.
Microsoft Pertimbangkan Penjualan Studio
Laporan yang sama menyebut Microsoft tidak hanya mempertimbangkan penutupan studio. Perusahaan juga membuka peluang menjual beberapa studio kepada pihak lain.
Langkah tersebut dapat menjadi solusi jika ada perusahaan yang berminat mengambil alih studio beserta tim pengembangnya.
Namun, jika tidak ada pembeli yang sesuai, kemungkinan penutupan studio tetap terbuka.
Keputusan akhir masih bergantung pada hasil evaluasi internal Microsoft.
Ribuan Pegawai Berpotensi Terdampak
Apabila rencana penutupan benar terjadi, dampaknya akan cukup besar bagi industri game.
Laporan menyebut sekitar 1.000 pegawai berpotensi kehilangan pekerjaan. Angka tersebut dapat menjadi salah satu gelombang pemutusan hubungan kerja terbesar sepanjang 2026.
Beberapa pegawai yang merasa posisinya tidak aman juga mulai mencari peluang kerja baru melalui LinkedIn.
Meski demikian, Microsoft belum mengumumkan keputusan resmi mengenai Arkane Studios, Marvel Blade, maupun studio lain yang masuk dalam proses evaluasi. Penggemar kini masih menunggu kepastian langsung dari perusahaan.
“Baca Juga: Update Palworld 1.0 Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah“
