Chi boust – Rencana Sony untuk menghentikan produksi game fisik PlayStation mulai 2028 memicu reaksi luas. Banyak pemain game menyampaikan kritik karena kebijakan tersebut dinilai mengurangi pilihan konsumen.
Selain para gamer, kalangan sejarawan video game juga menyampaikan kekhawatiran. Mereka menilai hilangnya media fisik dapat menyulitkan upaya pelestarian sejarah industri game pada masa depan.
“Baca Juga: 7 Hero Terbaik untuk Counter Hirara di Mobile Legends“
Video Game History Foundation Sampaikan Kritik
Video Game History Foundation (VGHF) menyampaikan tanggapannya melalui akun resmi Bluesky. Organisasi tersebut mengaku kecewa dengan rencana Sony yang akan beralih sepenuhnya ke distribusi digital.
Menurut VGHF, media fisik memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan video game untuk jangka panjang. Oleh karena itu, mereka meminta industri memikirkan dampak kebijakan tersebut secara menyeluruh.
Selain itu, VGHF mempertanyakan cara pemilik platform menjaga koleksi game digital agar tetap dapat diakses pada masa depan. Organisasi tersebut menilai persoalan ini membutuhkan solusi yang jelas.
Pelestarian Game Digital Menjadi Tantangan Baru
VGHF juga meminta organisasi industri, termasuk Entertainment Software Association, untuk membantu mencari solusi. Mereka berharap lembaga tersebut mendukung museum dan pusat arsip dalam menjaga koleksi video game.
Menurut mereka, lembaga penelitian membutuhkan akses yang stabil terhadap game digital. Tanpa sistem pelestarian yang baik, banyak judul berpotensi sulit diakses beberapa dekade mendatang.
Karena itu, VGHF mendorong seluruh pelaku industri untuk membahas masalah tersebut secara bersama-sama. Mereka menilai kerja sama menjadi langkah penting demi menjaga sejarah video game.
VGHF Berikan Contoh Masalah Akses Game
VGHF memberikan contoh sederhana untuk menggambarkan tantangan tersebut. Mereka mempertanyakan bagaimana museum dapat memastikan sebuah game digital tetap berfungsi puluhan tahun kemudian.
Sebagai ilustrasi, organisasi itu menyebut GTA VI. Menurut mereka, mengunduh salinan game saat ini belum menjamin game tersebut masih dapat dimainkan dalam 50 tahun.
Oleh sebab itu, VGHF menilai proses pelestarian membutuhkan sistem yang lebih kuat. Solusi tersebut harus memastikan game tetap dapat diakses meski layanan digital berubah.
Beberapa Pihak Mulai Mendukung Pelestarian Video Game
Di sisi lain, sejumlah organisasi mulai mengambil langkah untuk menjaga keberlangsungan video game. Salah satunya adalah Lost in Cult.
Lost in Cult mengaku sedih dengan rencana penghentian game fisik PlayStation. Setelah mendengar kabar tersebut, organisasi itu menyatakan akan terus mendukung berbagai upaya pelestarian game.
Selain Lost in Cult, platform distribusi digital GOG juga menyampaikan komitmennya kepada pengguna. GOG menegaskan bahwa pembeli tetap memiliki akses ke game yang sudah mereka beli.
Menurut GOG, sebuah game tidak otomatis hilang dari perpustakaan pengguna meski produk tersebut sudah tidak tersedia di halaman toko. Kebijakan itu memberikan kepastian bagi pengguna yang telah membeli game secara resmi.
Sejarawan Kritik Rencana Sony : Masa Depan Game Digital Masih Menjadi Perdebatan
Peralihan menuju distribusi digital menawarkan kemudahan bagi pengguna dan pengembang. Namun, banyak pihak tetap menilai media fisik memiliki nilai penting untuk koleksi dan pelestarian sejarah.
Karena itu, perdebatan mengenai masa depan game fisik masih terus berlangsung. Banyak pengamat berharap industri dapat menemukan keseimbangan antara inovasi digital dan upaya menjaga warisan video game untuk generasi mendatang.
“Baca Juga: Build Sandrone Genshin Impact: Weapon, Artifact, Tim“
