Tren kendaraan ramah lingkungan terus berkembang pesat di seluruh dunia. Tidak hanya berpusat pada mobil listrik berbasis baterai (BEV) atau hybrid, kini teknologi hidrogen mulai menjadi perhatian serius para produsen otomotif global — termasuk GAC Group asal China.
Raksasa otomotif asal Negeri Tirai Bambu ini diketahui telah lama mengembangkan kendaraan berbahan bakar hidrogen. Komitmen tersebut bahkan sudah dirintis sejak beberapa tahun lalu dan terus dipercepat seiring dengan ambisi besar pemerintah China di sektor ini.
Baca juga: GAC Luncurkan Aistaland GT7 dan E8 PHEV di Beijing Auto Show 2026
Sudah Dikembangkan Bertahun-tahun
Product Planning and Strategy GAC Indonesia, Iqbal Taufiqurrahman, mengungkapkan bahwa pengembangan teknologi hidrogen di internal GAC bukan hal baru. Menurutnya, riset dan pengembangannya sudah berjalan cukup lama dan terus diakselerasi.
Hal ini sejalan dengan target ambisius China yang menetapkan 100.000 unit kendaraan hidrogen harus beroperasi di negaranya pada tahun 2026. GAC pun mengambil bagian aktif dalam pencapaian target tersebut.
Tidak Hanya EV dan Hybrid
Yang menarik, strategi GAC tidak terbatas pada dua teknologi populer saja. Perusahaan ini secara tegas menyatakan bahwa hidrogen menjadi bagian dari portofolio teknologi mereka ke depan — sejajar dengan EV dan hybrid.
Langkah ini memperlihatkan bahwa GAC memandang masa depan mobilitas secara lebih luas, tidak hanya bergantung pada satu jenis teknologi saja.
Baca juga: GAC Aion Punya 58 Diler di Seluruh Indonesia
Mobil Konsep ERA Sudah Jadi Tanda
Komitmen GAC terhadap hidrogen sebenarnya sudah terlihat sejak diperkenalkannya GAC ERA Concept pada ajang Shanghai Auto Show 2023. Mobil konsep tersebut menjadi sinyal awal bahwa perusahaan ini memang serius menatap masa depan berbahan bakar hidrogen.
Dengan tren global yang semakin mengarah ke energi bersih, langkah GAC ini bisa menjadi nilai tambah besar — terutama di pasar-pasar yang mulai membuka ekosistem kendaraan hidrogen secara lebih luas.
