Chi boust – Industri game semakin sering menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya dari berbagai negara. Banyak developer kini mengangkat cerita lokal agar dikenal oleh pemain di seluruh dunia.
Tiongkok meraih perhatian lewat Black Myth: Wukong. Sementara itu, Korea Selatan juga terus memperkenalkan karya yang terinspirasi budaya mereka.
Kini, India ingin mengikuti jejak tersebut. Tara Gaming berharap The Age of Bhaarat mampu membawa budaya India ke panggung industri game global.
“Baca Juga: Stardew Valley Resmi Kolaborasi dengan Magic: The Gathering“
Tara Gaming Yakin India Memiliki Potensi Besar
Tara Gaming merupakan studio pengembang yang berbasis di Mumbai, India. Saat ini, tim tersebut sedang mengembangkan The Age of Bhaarat.
Game tersebut mengusung genre dark fantasy action-adventure. Selain itu, ceritanya mengambil inspirasi dari mitologi dan kisah India kuno.
Ketua Eksekutif Tara Gaming, Nicolas Granatino, membahas proyek tersebut dalam wawancara bersama GamesBeat.
Menurut Granatino, biaya pengembangan game di India jauh lebih rendah dibandingkan banyak negara lain. Ia menyebut proyek senilai 150 juta dolar AS di negara lain dapat selesai dengan sekitar 40 persen biaya di India.
Meski begitu, Tara Gaming tetap mencari tambahan pendanaan. Perusahaan ingin memastikan pengembangan game berjalan sesuai target.
Granatino juga menilai pasar India masih menyimpan peluang besar. Ia percaya industri game global belum banyak memanfaatkan cerita dan kekayaan intelektual dari India.
Targetkan Kualitas AAA dengan Biaya Lebih Efisien
Tara Gaming ingin menghadirkan kualitas setara game AAA. Namun, perusahaan tetap berupaya menjaga biaya produksi lebih efisien.
Granatino menjelaskan bahwa The Age of Bhaarat membutuhkan anggaran lebih kecil dibandingkan Black Myth: Wukong.
Perusahaan memanfaatkan talenta lokal yang kompetitif. Selain itu, tim juga menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung proses pengembangan.
Melalui pendekatan tersebut, Tara Gaming optimistis India dapat menjadi salah satu pusat industri game pada masa depan.
Cerita Terinspirasi Mitologi India
The Age of Bhaarat menghadirkan kisah seorang Forest Warden. Tokoh utama bertugas melindungi tanah kelahirannya dari ancaman Rakshasa.
Rakshasa merupakan ras iblis yang berasal dari mitologi Hindu dan India. Karena itu, pemain akan menghadapi berbagai makhluk berbahaya sepanjang permainan.
Pemain dapat menggunakan senjata tradisional untuk bertarung. Selain itu, mereka juga memanfaatkan artefak mistis dan kekuatan spiritual.
Game ini menawarkan beragam lokasi yang terinspirasi kisah Ramayana. Pemain akan menjelajahi hutan, pegunungan, danau, hingga reruntuhan kuno.
Pilihan Pemain Menentukan Jalan Cerita
The Age of Bhaarat tidak hanya mengandalkan pertarungan. Game ini juga memberikan kebebasan kepada pemain dalam mengambil keputusan.
Setiap pilihan akan memengaruhi perkembangan cerita. Selain itu, keputusan tersebut menentukan nasib dunia di dalam permainan.
Pendekatan ini membuat pengalaman bermain terasa lebih dinamis. Karena itu, pemain dapat menemukan alur cerita yang berbeda pada setiap permainan.
The Age of Bhaarat Siap Perkenalkan Budaya India
The Age of Bhaarat menjadi ambisi besar Tara Gaming untuk memperkenalkan budaya India kepada pemain global.
Jika proyek ini berhasil, India berpeluang melahirkan lebih banyak game berkualitas internasional. Selain itu, kisah dan mitologi India juga dapat menjangkau lebih banyak pemain di seluruh dunia.
“Baca Juga: Wuthering Waves: Elysium Resmi Jadi Serial Animasi“
