Chi boust – Ubisoft kembali mengambil langkah besar dalam proses restrukturisasi perusahaan. Kali ini, perusahaan asal Prancis tersebut melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan karyawan di berbagai studio.
Selain itu, Ubisoft juga menutup dua studio yang selama ini menjadi bagian dari jaringan pengembangannya. Keputusan ini menjadi salah satu langkah paling besar yang mereka ambil sepanjang 2026.
“Baca Juga: Destiny 2 Meledak Lagi, Pemain Aktif Tembus 167 Ribu“
Ubisoft Pangkas Sekitar 380 Karyawan
Laporan dari Insider Gaming menyebut Ubisoft melakukan PHK di beberapa studio sekaligus. Studio yang terdampak berada di Barcelona, Winnipeg, San Francisco, dan Belgrade.
Secara keseluruhan, sekitar 380 karyawan kehilangan pekerjaan akibat kebijakan tersebut. Informasi itu berasal dari saluran komunikasi internal perusahaan.
Ubisoft mengambil langkah ini sebagai bagian dari perubahan struktur organisasi. Perusahaan ingin menyederhanakan operasional dan menekan biaya pengeluaran.
Selain itu, manajemen berharap langkah tersebut dapat memperkuat kondisi perusahaan dalam jangka panjang.
Restrukturisasi Jadi Fokus Utama Ubisoft
Beberapa bulan terakhir, Ubisoft terus melakukan penyesuaian di berbagai divisi. Perusahaan berupaya menciptakan struktur yang lebih efisien.
Sebelumnya, Ubisoft Toronto juga menjalani pengurangan tenaga kerja. Pada Februari 2026, sekitar 40 karyawan di studio tersebut kehilangan pekerjaan.
Karena itu, gelombang PHK terbaru menunjukkan bahwa proses restrukturisasi masih terus berjalan di berbagai wilayah.
Ubisoft Tutup Studio Winnipeg dan Belgrade
Selain mengurangi jumlah karyawan, Ubisoft juga menghentikan operasional dua studio. Studio Winnipeg dan Belgrade menjadi unit yang terkena dampak paling besar.
Studio Belgrade mencatat sekitar 100 karyawan terdampak keputusan tersebut. Sementara itu, studio Winnipeg kehilangan sekitar 65 pegawai.
Jika digabungkan, kedua studio menyumbang 165 karyawan dari total 380 pekerja yang terdampak PHK.
Keputusan ini menunjukkan bahwa Ubisoft tidak hanya mengurangi tenaga kerja. Perusahaan juga mengevaluasi keberlanjutan beberapa unit bisnisnya.
Studio Barcelona dan San Francisco Alami Perubahan
Ubisoft juga melakukan penyesuaian di studio Barcelona. Perusahaan mengarahkan sebagian kru untuk bergabung dengan tim pengembangan Rainbow Six Siege.
Langkah tersebut terjadi setelah proyek tersebut mengurangi jumlah pengembang dalam timnya.
Sementara itu, kondisi studio San Francisco berbeda. Studio ini sudah kehilangan sebagian besar tim pengembangan sejak 2024.
Saat ini, studio tersebut hanya mempertahankan beberapa divisi pendukung. Divisi tersebut meliputi teknologi informasi, pemasaran, dan fungsi operasional lainnya.
Industri Game Hadapi Tantangan Besar
Gelombang PHK Ubisoft mencerminkan tantangan yang sedang dihadapi industri game global. Banyak perusahaan berusaha menyesuaikan pengeluaran dengan kondisi pasar yang berubah.
Selain itu, biaya pengembangan game terus meningkat setiap tahun. Kondisi tersebut membuat banyak perusahaan meninjau ulang strategi bisnis mereka.
Ubisoft memilih melakukan restrukturisasi untuk menjaga stabilitas perusahaan. Namun, keputusan itu juga berdampak langsung pada ratusan pekerja.
Ubisoft PHK 380 Karyawan: Belum Berikan Pengumuman Resmi
Hingga saat ini, Ubisoft belum mengeluarkan pernyataan resmi kepada publik terkait gelombang PHK terbaru tersebut.
Meski demikian, berbagai laporan menyebut langkah ini menjadi salah satu PHK terbesar di industri game sepanjang 2026.
Banyak pihak kini menunggu langkah berikutnya dari Ubisoft. Investor, pengembang, dan komunitas pemain ingin melihat bagaimana perusahaan menghadapi tantangan bisnis di masa depan.
