YouTube Ubah Aturan Monetisasi Konten Kekerasan

Posted on

Chi boust – GTA VI menjadi salah satu game yang paling ditunggu gamer di seluruh dunia.
Game tersebut juga menarik perhatian banyak YouTuber dan content creator.

Setelah GTA VI rilis, banyak kreator kemungkinan membuat konten gameplay.
Sebagian kreator juga berpotensi melakukan siaran langsung melalui kanal mereka.

Menjelang peluncuran tersebut, YouTube memperbarui aturan monetisasi konten kekerasan.
Aturan baru ini mengatur kemunculan adegan kekerasan grafis dalam video.

“Baca Juga: Pemain Ramai Uninstall Honkai Star Rail, Ini Penyebabnya“

YouTube Bagi Konten Kekerasan dalam Tiga Zona Waktu

Dalam panduan September 2026, YouTube membagi aturan berdasarkan waktu kemunculan adegan kekerasan.
Pembagian tersebut menentukan peluang sebuah video memperoleh pendapatan iklan.

YouTube membagi aturan tersebut menjadi tiga rentang waktu utama.

Detik 0–7: Tidak Mendapat Iklan

Video tidak dapat memperoleh monetisasi jika menampilkan kekerasan grafis tanpa sensor.
Adegan tersebut juga harus muncul dalam tujuh detik pertama video.

Kreator perlu memperhatikan bagian pembuka video sebelum menampilkan adegan seperti itu.

Detik 8–15: Iklan Terbatas

Video masih dapat memperoleh iklan jika adegan muncul antara detik kedelapan dan ke-15.
Namun, YouTube hanya memberikan akses kepada kelompok pengiklan tertentu.

Karena itu, kreator tetap menghadapi pembatasan pendapatan pada bagian tersebut.

Setelah Detik 15: Peluang Iklan Lebih Luas

Kreator mendapat peluang monetisasi lebih luas jika adegan kekerasan muncul setelah detik ke-15.
Namun, YouTube tetap menilai konteks dan isi video secara keseluruhan.

Dengan demikian, kreator tidak cukup hanya mengatur waktu kemunculan adegan.

YouTube Jelaskan Jenis Kekerasan yang Mendapat Pembatasan

YouTube memasukkan beberapa bentuk kekerasan berat dalam kategori konten grafis.
Kategori tersebut mencakup pembunuhan brutal, pemenggalan, dan mutilasi.

YouTube juga memperhatikan adegan yang menampilkan cedera parah.
Konten yang menonjolkan darah, organ, atau cairan tubuh juga mendapat perhatian khusus.

Sebaliknya, YouTube memberikan perlakuan lebih fleksibel terhadap kekerasan ringan.
Contohnya mencakup adegan pertarungan biasa tanpa darah berlebihan.

Kreator juga dapat menggunakan sensor atau efek buram pada adegan tertentu.
Langkah tersebut dapat membantu video memenuhi syarat monetisasi dalam kondisi tertentu.

YouTube Tetap Melarang Beberapa Konten Kekerasan

Aturan waktu tidak berlaku untuk semua jenis kekerasan.
YouTube tetap melarang beberapa kategori konten secara penuh.

Kategori tersebut mencakup kekerasan seksual dan serangan berbasis kebencian.
YouTube juga melarang penyiksaan grafis serta kekerasan terhadap anak.

Selain itu, kekerasan terhadap orang nyata juga masuk kategori terlarang.
YouTube juga menolak video game yang sengaja mengejar efek sadis atau mengejutkan.

Contohnya, kreator tidak boleh membuat konten yang sengaja membantai banyak NPC.
Kreator juga tidak dapat mengandalkan pengaturan waktu untuk menghindari larangan tersebut.

Thumbnail dan Judul Juga Memengaruhi Monetisasi

Kreator juga perlu memperhatikan thumbnail dan judul video.
YouTube menilai kedua elemen tersebut secara terpisah dari isi video.

Thumbnail yang menampilkan kekerasan atau unsur vulgar dapat memicu pembatasan iklan.
Karena itu, pengaturan adegan dalam video saja tidak cukup.

Kreator perlu memilih gambar sampul dan judul yang sesuai dengan aturan YouTube.
Langkah tersebut menjadi penting bagi kreator yang ingin menjaga pendapatan iklan.

Aturan Baru Jadi Perhatian Kreator GTA VI

Perubahan aturan YouTube memberikan panduan lebih jelas bagi para content creator.
Kreator dapat mengatur kemunculan adegan tertentu sebelum mengunggah video.

Aturan ini juga relevan bagi kreator yang akan membuat konten GTA VI.
Game tersebut memiliki banyak adegan aksi dan kekerasan dalam permainannya.

Karena itu, kreator perlu memahami aturan sebelum membuat gameplay atau livestream.
Dengan begitu, mereka dapat mengurangi risiko pembatasan iklan pada konten mereka.

YouTube tetap meminta kreator memperhatikan konteks video secara keseluruhan.
Kreator juga perlu menghindari konten yang sengaja menonjolkan kekerasan ekstrem.

“Baca Juga: Gamescom Minta Maaf soal Laptop Developer Indie Hilang“